Namaku Taylor, kebanyakan orang orang memanggilku dengan sebutan ‘cupu’. Ya, memang aku cupu, dan aku sadar akan hal itu.
Aku tingal disebuah rumah yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Keluargaku berkecukupan, walau memang masih memiliki kekurangan. Aku memiliki seorang teman baik bernama Adam. Adam tinggal bersebelahan persis dengan rumahku. Aku dan Adam selalu berkomunikasi lewat jendela rumahku, aku dan Adam selalu menggunakan media buku gambar dan spidol untuk berkomunikasi.
Malam itu, dari dalam kamarku. Aku liat Adam sedang menelepon atau menerima telepon aku tidak tahu pasti. Ia sepertinya kelihatan marah. Aku yakin pasti dia sedang bertengkar dengan pacarnya, Sarah. Yah… Sarah sangat terkenal disekolah dia adalah kapten cheers, dan dia memiliki apapun yang ia inginkan. Termasuk Adam.
Aku mengambil buku gambar dan spidol, kucoba untuk menghibur Adam. “Hai, apakah disana baik baik saja” kutulis itu dibukuku dan kutunjukkan pada Adam. Ia juga mengambil buku gambarnya dan memulai menulis “aku tidak apa apa, thanks”. Aku baca tulisan itu dan aku ingin membalasnya, aku akan mengutarakan isi hatiku kepadanya. Aku tulis kata “I LOVE YOU” yang besar di kertas buku gambarku. Saat hendak kutunjukkan kepadanya, ia sudah menutup tirai jendelanya. Aku sangat sedih :( .
Aku berjalan kearah cerminku. Untuk ratusan kalinya aku bertanya pada diriku sendiri “Apa yang salah padaku? Aku ingin kau melihatku, tapi bagaimana caranya?”
***
Besoknya aku duduk duduk ditaman kota sambil membaca buku novel favoritku. Kulihat Adam berjalan sendirian. Saat pandangan mata kami bertemu, ia segera lari menuju kapadaku, ia duduk disebelahku. Untuk sesaat kami berbasa basi. Saat akhirnya mobil Sarah datang. Adampun pergi meninggalkanku sendiri dan mulai naik ketas mobil sport merah Sarah. Saat kulihat Sarah memeluk dan mengecup pipi Adam. Aku rasakan hal yang sangat sangaaatt aku benci, yaitu rasa ‘Cemburu’
***
Hari ini sekolahku dan sekolah tetangga mengadakan lomba Football. Yang pasti, Adam akan ikut lomba itu, dia adalah kapten football disekolahku. Aku juga ikut lomba itu, karena aku adalah seorang pemain clarinet dalam regu pengiring suara. Dibawah kulihat Sarah dan teman temannya yang memakai kostum cheers. Dia terlihat sangat hebat. Aku sebenarnya sangat iri terhadap Sarah. Sarah dibawah sana menyoraki para atlit dan menggunakan seragam cheers yang sangat bagus. Sedangkan aku duduk di atas bangku penonton dengan segerombolan pemusik yang berisik.
Selang pertandingan berlangsung, tim Adam menang. Adam terlihat sangat senang ia berkalikali melompat lompat dan berteriak kegirangan. Aku ingin turun kesana untuk mengucapkan selamat. Tapi saat kulihat pemandangan dibawah, aku tak jadi menemui Adam dan langsung bersembunyi.
Adam bertengkar dengan Sarah karena Adam tanpa sengaja melihat Sarah berciuman dengan Derrick, teman baik Adam. Adam pun pergi meninggalkan Sarah dengan Derrick. Aku hanya bisa geleng geleng kepala saja.
Malamnya untuk merayakan kemenangan sekolah. Diadakanlah pesta dansa disekolah. Dari seberang jendela kulihat Adam sudah terlihat rapi dan tampan dengan balutan baju taksedo berwarna hitam. Ia menuliskan sesuatu untukku “Apa kau pergi ke prom malam ini?”. Dengan cepat aku membalas “Tidak, aku belajar”. Adampun tersenyum, senyumnya manis sekali. Aku juga ikut tersenyum. Ia pun akhirnya pergi. Saat aku lihat sobekan kertas yang bertuliskan’ I LOVE YOU’. Aku pun berubah pikiran dan aku menghadiri pesta.
Saat tiba ditempat pesta, semua mata tertuju padaku, bak melihat seorang putri. Aku saat itu memakai gaun putih dan rambutku kuurai menunjukkan rambutku yang keriting, aku tak memakai kacamataku dan berrias seadanya.
Dari jauh kulihat Adam menatapku lekat lekat. Ia pun tersenyum dan menghampiriku. Tapi ia dicegat oleh Sarah yang datang memakai dress berwarna merah tua. Adam pun berkata “buat apa kau mencegahku? Kita sudah tidak ada hubungan lagi.lepaskan tanganmu!”. Sarah membalas perkataan Adam, ada nada kemarahan disuaranya “aku mencintaimu Adam”. Tapi Adam tidak memperdulikannya. Ia menghampiriku dan tersenyum “kau terlihat sangat cantik taylor”. Aku tersipu mendengarnya. Kukeluarkan kertas yang sudah kubawa dari rumah, dan kubuka kertas itu didepannya, kertas itu adalah kertas gambar yg bertuliskan “I LOVE YOU”. Adam membacanya dan mengambil sesuatu dibalik jasnya. Ia mengeluarkan kertas juga, dan betapa terkejutnya aku. Kertas itu bertuliskan “I LOVE YOU” juga. Aku dan Adam pun tersenyum dan Adam memelukku dan ia memberi ciuman didahi.
WebRepOverall rating
Karya : Mega Rahmatika (You Belong With Me - Taylor Swift )
Aku tingal disebuah rumah yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil. Keluargaku berkecukupan, walau memang masih memiliki kekurangan. Aku memiliki seorang teman baik bernama Adam. Adam tinggal bersebelahan persis dengan rumahku. Aku dan Adam selalu berkomunikasi lewat jendela rumahku, aku dan Adam selalu menggunakan media buku gambar dan spidol untuk berkomunikasi.
Malam itu, dari dalam kamarku. Aku liat Adam sedang menelepon atau menerima telepon aku tidak tahu pasti. Ia sepertinya kelihatan marah. Aku yakin pasti dia sedang bertengkar dengan pacarnya, Sarah. Yah… Sarah sangat terkenal disekolah dia adalah kapten cheers, dan dia memiliki apapun yang ia inginkan. Termasuk Adam.
Aku mengambil buku gambar dan spidol, kucoba untuk menghibur Adam. “Hai, apakah disana baik baik saja” kutulis itu dibukuku dan kutunjukkan pada Adam. Ia juga mengambil buku gambarnya dan memulai menulis “aku tidak apa apa, thanks”. Aku baca tulisan itu dan aku ingin membalasnya, aku akan mengutarakan isi hatiku kepadanya. Aku tulis kata “I LOVE YOU” yang besar di kertas buku gambarku. Saat hendak kutunjukkan kepadanya, ia sudah menutup tirai jendelanya. Aku sangat sedih :( .
Aku berjalan kearah cerminku. Untuk ratusan kalinya aku bertanya pada diriku sendiri “Apa yang salah padaku? Aku ingin kau melihatku, tapi bagaimana caranya?”
***
Besoknya aku duduk duduk ditaman kota sambil membaca buku novel favoritku. Kulihat Adam berjalan sendirian. Saat pandangan mata kami bertemu, ia segera lari menuju kapadaku, ia duduk disebelahku. Untuk sesaat kami berbasa basi. Saat akhirnya mobil Sarah datang. Adampun pergi meninggalkanku sendiri dan mulai naik ketas mobil sport merah Sarah. Saat kulihat Sarah memeluk dan mengecup pipi Adam. Aku rasakan hal yang sangat sangaaatt aku benci, yaitu rasa ‘Cemburu’
***
Hari ini sekolahku dan sekolah tetangga mengadakan lomba Football. Yang pasti, Adam akan ikut lomba itu, dia adalah kapten football disekolahku. Aku juga ikut lomba itu, karena aku adalah seorang pemain clarinet dalam regu pengiring suara. Dibawah kulihat Sarah dan teman temannya yang memakai kostum cheers. Dia terlihat sangat hebat. Aku sebenarnya sangat iri terhadap Sarah. Sarah dibawah sana menyoraki para atlit dan menggunakan seragam cheers yang sangat bagus. Sedangkan aku duduk di atas bangku penonton dengan segerombolan pemusik yang berisik.
Selang pertandingan berlangsung, tim Adam menang. Adam terlihat sangat senang ia berkalikali melompat lompat dan berteriak kegirangan. Aku ingin turun kesana untuk mengucapkan selamat. Tapi saat kulihat pemandangan dibawah, aku tak jadi menemui Adam dan langsung bersembunyi.
Adam bertengkar dengan Sarah karena Adam tanpa sengaja melihat Sarah berciuman dengan Derrick, teman baik Adam. Adam pun pergi meninggalkan Sarah dengan Derrick. Aku hanya bisa geleng geleng kepala saja.
Malamnya untuk merayakan kemenangan sekolah. Diadakanlah pesta dansa disekolah. Dari seberang jendela kulihat Adam sudah terlihat rapi dan tampan dengan balutan baju taksedo berwarna hitam. Ia menuliskan sesuatu untukku “Apa kau pergi ke prom malam ini?”. Dengan cepat aku membalas “Tidak, aku belajar”. Adampun tersenyum, senyumnya manis sekali. Aku juga ikut tersenyum. Ia pun akhirnya pergi. Saat aku lihat sobekan kertas yang bertuliskan’ I LOVE YOU’. Aku pun berubah pikiran dan aku menghadiri pesta.
Saat tiba ditempat pesta, semua mata tertuju padaku, bak melihat seorang putri. Aku saat itu memakai gaun putih dan rambutku kuurai menunjukkan rambutku yang keriting, aku tak memakai kacamataku dan berrias seadanya.
Dari jauh kulihat Adam menatapku lekat lekat. Ia pun tersenyum dan menghampiriku. Tapi ia dicegat oleh Sarah yang datang memakai dress berwarna merah tua. Adam pun berkata “buat apa kau mencegahku? Kita sudah tidak ada hubungan lagi.lepaskan tanganmu!”. Sarah membalas perkataan Adam, ada nada kemarahan disuaranya “aku mencintaimu Adam”. Tapi Adam tidak memperdulikannya. Ia menghampiriku dan tersenyum “kau terlihat sangat cantik taylor”. Aku tersipu mendengarnya. Kukeluarkan kertas yang sudah kubawa dari rumah, dan kubuka kertas itu didepannya, kertas itu adalah kertas gambar yg bertuliskan “I LOVE YOU”. Adam membacanya dan mengambil sesuatu dibalik jasnya. Ia mengeluarkan kertas juga, dan betapa terkejutnya aku. Kertas itu bertuliskan “I LOVE YOU” juga. Aku dan Adam pun tersenyum dan Adam memelukku dan ia memberi ciuman didahi.
WebRepOverall rating
Karya : Mega Rahmatika (You Belong With Me - Taylor Swift )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar